30 Januari 2012
Cinta Yang Abadi
Cinta letaknya di hati. Biarpun tersembunyi, namun getarannya amat terasa. Ia mampu mempengaruhi akal fikiran dan memberi kesan dalam hidup. Sesungguhnya, Cinta itu dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta.
Namun berhati-hatilah dengan cinta, kerana cinta juga dapat membuat orang yang sihat menjadi sakit, orang yang gemuk menjadi kurus, orang yang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang bukan berlandaskan kepada ALLAH. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta ALLAH, cinta yang begitu agung lagi murni.
Cinta ALLAH cinta yang tidak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-NYA, dan manisnya bercinta dengan ALLAH, tidak ada lagi keluhan, tidak ada lagi tubuh lesu, tidak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah kekuatan menghadapi segala cubaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-NYA jua.
Tidak jarang orang mengaku mencintai ALLAH, dan orang selalu berkata mencintai Rasulullah Saw, tetapi bagaimana semua itu diterima ALLAH tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyeberangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta ALLAH, tetapi dalam fikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita atau lelaki yang dicintai.
Di saat ALLAH menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat ALLAH, di saat ALLAH memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tidak selalu wanita itu terus lemah dan terlantar kesakitan. Di saat seorang suami yang isterinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tidak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, ramai orang yang hijrah ke rumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari ALLAH, kerana ALLAH ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-hamba-NYA kepada sang penakluk jiwa, ALLAHU RABBI. ALLAH menginginkan bukti, namun manusia selalu tidak berdaya membuktikannya, justeru sering berguguran cintanya kepada ALLAH, disaat ALLAH menarik nikmat yang dicurahkan-NYA.
Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semua dari seorang makhluk terhadap KHALIQnya. Padahal semuanya sudah ditentukan oleh ALLAH, rezeki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ditakdirkan ALLAH, hanya bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat rugilah manusia yang hanya dihanyutkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan pelbagai cara, dan enggan menolong orang yang papah. sedangkan nasib di akhyrat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup di dunia. Bersungguh-sungguh mencintai ALLAH, ataukah terlena oleh hidup yang fana ini? Jika cinta bukan kerana ALLAH,bagaimana mungkin ALLAH mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menadahkan tangannya kepada ALLAH di malam hari, namun ketika di siang hari, dia melakukan maksiat.
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan